• SMP NEGERI 1 PAGEDANGAN
  • BISA KARENA BIASA

Cahaya di Tengah Malam

Remasan pada kertas meluapkan segalanya, gadis itu kembali dikecewakan oleh coretan angka dengan tinta merah dikertas tersebut. Gadis itu, Liana namanya. Sorot matanya menampakkan kekecewaan, karena lagi dan lagi ia gagal dalam ujiannya. Hembusan napas berat ia keluarkan, ingin sekali ia membuang kertas nilainya itu, namun suara dalam hati seolah menghentikannya.

Suara bising terdengar di seluruh penjuru koridor sekolah. Bel pulang baru saja dibunyikan. Liana berjalan gontai dengan menggendong tas hitam yang entah mengapa terasa lebih berat ribuan kilogram pada hari ini. Ia menuntun sepedanya, mengantri untuk melewati gerbang sekolah yang ramai ini.

Memasuki ruangan gelap yang ia sebut rumah, Liana melakukan kegiatan yang terus berulang setiap harinya. Ia merasa tak puas dengan nilainya hari ini. Maka Liana berjanji akan terus memperbaiki nilainya, membuatnya mendapatkan kembali peringkat pertama yang selama tiga tahun terus tersemat pada dirinya.

Bulan kembali terlelap, langit malam yang menemaninya pun lenyap. Liana harus kembali ketempat dimana ia menghabiskan sebagian besar waktunya, yaitu sekolah. Setelah ia berjanji akan memperbaiki semua hal, nyatanya tak membuat hari ini terasa lebih baik. Berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya, Liana merasakan beban berat seolah menumpanginya. Namun, ia terus berusaha menopang hidupnya, Liana merasa takut untuk menyadari kenyataan bahwa ia tak sanggup melakukannnya. Liana menginginkan masa depan yang lebih baik, hingga ia hanya perlu menikmati kesuksesannya suatu hari nanti.

Sangat wajar jika seorang remaja berusia lima belas tahun sepertinya memiliki harapan besar dalam hidup. Liana hanya terlalu berambisi untuk meraih semua itu, membandingkan jalannya dengan orang lain dan melupakan segala hal yang telah dimilikinya saat ini. Liana terus membohongi semua orang, mengatakan "tak ada masalah apapun, berpikiran bahwa ia hanya perlu melakukan sedikit hal untuk membuat kedua orang tuanya puas, dan tanpa sadar ia juga telah membohongi dirinya sendiri.

Hari demi hari, minggu demi minggu, hingga bulan demi bulan berlalu, kini Liana berhasil mendapatkan semuanya. Menjadi siswi yang unggul dalam segala hal, segudang prestasi berhasil diraihnya dan menjadi panutan bagi teman-temannya. Namun, satu hal yang Liana tidak sadari, ia telah kehilangan jati dirinya. Terlalu fokus memenuhi harapan orang lain, Liana melupakan dirinya sendiri.

Malam ini entah apa yang terjadi padanya, dalam sekejap Liana kehilangan semangatnya. Mencoba untuk menuliskan dirinya sendiri di dalam bukura hasianya, namun kali ini berbeda, kata-kata yang telah ditulisnya dengan pena ia hapus lagi dan lagi, pikirannya kosong seolah ia melupakan segala hal yang pernah terjadi di hidupnya.

Di bawah sinar rembulan Liana termenung dengan apa yang baru saja dilaluinya. Di dalam ruang yang kosong ini, ia bahkan merasa asing dengan detak jantungnya sendiri. Walaupun dirasa aneh, Liana rasanya tak ingin meninggalkan malam ini, ia seperti merasa ketakutan dengan apa yang akan dilaluinya esok hari, jarum jam yang terus berdenting terasa seperti mimpi buruk baginya. Kenyataan bahwa dirinya tak menginginkan semua pencapaian ini begitu menyeramkan bagi Liana.

Berbagai pentanyaan menyeruak dalam hatinya, sebenarnya untuk apa semua ini? Apakah orang tuanya merasa cukup dengan semua pencapaiannya? Apakah temannya masih mau berteman dengannya jika ia kehilangan semua ini? Semua itu mungkin memang tak ada jawabannya.

Pertanyaan yang terus bersemayam dikepala dan memikirkan kemungkinan yang bias terjadi benar-benar terasa mencekiknya. Liana menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, sorot mata yang ketakutan itu juga mengajukan pertanyaan yang sama.

Nyatanya mencintai diri sendiri itu lebih sulit dari pada mencintai orang lain, semua orang memiliki jalannya masing-masing, tak peduli terlalu cepat ataupun telalu lambat. Liana menyadari bahwa hanya dia yang dapat menyelamatkan dirinya, ia hanya perlu mencintai dirinya sendiri tanpa melibatkan orang lain. Malam ini, semuanya akan selesai dan lembaran baru akan terbuka kembali. Tak perlu merasa takut, ia hanya perlu menerangi malam dengan sinarnya sendiri.

 

Pagedangan, 3 Mei 2024

Nanda Fatimah Gita Ramadhani

Tulisan Lainnya
FAKTA MENARIK NEGARA JEPANG

Hai sobat Stupa, Kalian tahu fakta menarik tentang jepang tidak? Jepang itu keren dan unik lho! Ayo kita jelajahi fakta-fakta menarik tentang Jepang! HANKO Pertama-tama, warga Jepang

25/09/2026 16:16 - Oleh Administrator - Dilihat 1249 kali
Petualangan Maya

Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di dalam hutan, hiduplah seorang anak yatim yang bernama Maya. Maya adalah seorang gadis yang ceria dan penuh imajinasi. Setiap hari, ia bermimpi t

13/03/2024 10:25 - Oleh Administrator - Dilihat 9131 kali
Menjaga Hubungan Baik dengan Relasi

Sebagai makhluk sosial, setiap orang pastinya memiliki hubungan. Baik dengan keluarga, teman, rekan kerja, hingga pasangan. Tentunya untuk dapat membangun hubungan yang sehat, setiap or

09/02/2024 13:22 - Oleh Administrator - Dilihat 4024 kali
Gadis itu Bernama Sabira

Setiap aku pulang sekolah, dia selalu menungguku di depan pintu. Sambil tangannya berusaha menggapaiku. Itu tandanya dia minta digendong, sambil terus berceloteh dengan bahasanya yang b

12/01/2024 17:49 - Oleh Administrator - Dilihat 2060 kali
Sampah di Sekolahku

Sampah merupakan sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak digunakan. Di sekolahku banyak sampah yang berserakan di mana-mana. Ada beberapa jenis sampah yang aku temuk

05/10/2023 14:55 - Oleh Administrator - Dilihat 9234 kali
Keseruan di HUT ke-78 RI

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia memperingati kembali jasa para pahlawan. Dimana para pahlawan sudah berkorban tenaga, pikiran, darah dan

25/08/2023 10:04 - Oleh Administrator - Dilihat 2564 kali
Sehari di Sekolahku

Hari ini aku pergi ke sekolah pukul 06.30. Pagi itu cuaca cukup mendung sehingga aku harus berangkat lebih awal. Aku pergi ke sekolah menggunakan sepeda. Udaranya dingin dan cukup banya

10/03/2023 06:00 - Oleh Administrator - Dilihat 2761 kali
Antara Hitam dan Putih

Sore itu, langit mendung menghiasi panorama sejuk kotaku. Seperti hendak turun hujan deras, kulihat ke atas langit yang biasa cerah kini tampak syahdu. Segerombolan riak awan yang salin

09/02/2023 10:04 - Oleh Administrator - Dilihat 1692 kali
Sahabat

Apakah kalian mempunyai sahabat? Aku punya sahabat lho. Dia adalah sahabatku sewaktu kecil dan sampai sekarang dia masih menjadi sahabatku. Dia adalah seorang yang baik dan pintar. Jik

13/01/2023 09:01 - Oleh Administrator - Dilihat 1673 kali
Guruku Idolaku: Hj. Mutamanah, S.Ag

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Komunitas Menulis mengusung tema Guruku Idolaku dan juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November kemarin. Guru sebaga

11/11/2022 05:18 - Oleh Administrator - Dilihat 2703 kali